Sebab Anak Cengeng cara mengatasinya

Perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Tetapi sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui cara meredakan emosi anak yang meluap-luap agar anak tidak tumbuh menjadi orang yang kasar, manja, atau cengeng.
Anak yang terlalu sensitif akan merespons rasa sedih, marah, kecewa dan malu dengan menangis

Jangan menganggap tangisan anak sebagai suatu kesalahan
Beberapa anak yang lebih sensitif kadang mengekspresikan perasaannya tersebut dengan menangis. Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Anda harus menghadapinya dengan tenang.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengajak anak ke tempat yang lebih aman untuk menenangkan diri, menanyakan penyebab mengapa dirinya menangis dan menghindari kata-kata kasar seperti pura-pura mengancam akan meninggalkan anak di tempat tersebut jika tidak berhenti menangis



penyebab anak menangis:

Ketika anak menangis, jangan memarahi anak dan memaksanya untuk diam. Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengajak anak menghadiri suatu acara, kebanyakan orang tua merasa malu jika anaknya menangis berteriak hingga menjadi perhatian banyak orang.

Gangguan suasana hati
Gangguan suasana pada hati si anak juga bisa menjadi salah satu penyebab anak sering marah dan mengamuk. Anak menjadi gampang tersinggung, mudah marah, apalagi ditambah tidak adanya perhatian dari orang tua. Hal ini akan membuat kemarahan anak semakin menjadi hingga membuat anak mengamuk.Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan.

Pelajari strategi khusus untuk mengatasi kemarahan anak
Meredakan kemarahan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah.

Keinginan yang tidak dituruti orang tua
Penyebab anak sering marah dan mengamuk berikutnya adalah keinginan yang tidak dituruti orang tua. Beberapa anak akan menjadi marah dan mengamuk jika keinginannya tidak dituruti oleh orang tuanya. Menurut mereka marah dan mengamuk merupakan salah satu cara yang efektif agar keinginan mereka bisa dipenuhi oleh orang tuanya.

Anak Merasa Takut dan Gelisah
Penyebab anak sering marah dan mengamuk yang lain adalah ketakutan dan kegelisahan. Ketakutan dan kegelisahan akan suatu hal seperti berada di tempat yang tidak nyaman, di sekitar orang asing, dan perasaan terancam oleh anak lain di dekatnya akan membuat anak menjadi tidak tenang. Akibatnya anak akan mengungkapkannya dalam bentuk kemarahan dengan harapan agar mendapatkan perhatian dari orang tuanya serta agar bisa menghilangkan ketakutan dan kegelisahan yang dialaminya.

cara mengatasinya:

Temukan penyebab anak menangis dan mengamuk.
Jika anak menangis dan mengamuk di luar rumah seperti di mall, supermarket dan pusat perbelanjaan, segera 'selamatkan' anak dari keramaian. Biarkan menangis sebentar kemudian bujuk dengan halus. Elus-elus punggungnya dengan lembut. Tunjukkan bahwa Ayah Bunda ada di pihaknya. Beri penjelasan pada anak bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi pada saat itu juga.

Jangan panik dan bersikap tenang.
Bagaimana Ayah Bunda dapat menenangkan buah hatinya jika Ayah Bunda saja tidak bisa menenangkan dirinya sendiri? Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa perilaku anak menangis histeris dan mengamuk ini sudah umum terjadi pada anak seusianya. Biarkan sejenak jika perilaku anak tantrum berlebihan. Nasihat dan bujukan biasanya tidak efektif dalam kondisi ini. Anak tidak akan mau mendengar apa yang dikatakan orang tua, bahkan terkadang tangisannya malah semakin kuat.

Konsisten dan beri contoh anak mengatasi masalahnya.
Ayah bunda hendaknya konsisten dalam mengambil tindakan pada anak. Hindari rasa tidak tega dan perasaan kasihan. Jika ayah bunda tidak konsisten, maka anak dapat memanipulasi keinginannya dengan ’senjata’ tangis.

ajak anak ke tempat yang nyaman (kamar).
Jauhkan anak dari situasi yang 'mengancam' dia. Biarkan sebentar sampai anak tenang, kemudian berikan minum anak. Setelah itu ajak komunikasi anak dengan bahasa yang lembut.
Previous Post Next Post