anak pemarah

Menjadi Orangtua memang menjadi tantangan tersendiri. 


Terutama bagi Moms yang memiliki buah hati, baik yang masih balita maupun yang sudah memasuki usia sekolah.

Anak-anak memiliki pemikiran yang sulit dimengerti. orangtua pasti menebak-nebak, apa ia sedang marah atau tidak. Terkadang ada beberapa hal yang tidak diketahui, justru membuatnya marah,

Dalam membangun sikap yang baik pada anak, perkembangan emosinya adalah hal yang sangat penting. Saat ia sedang marah atau kesal, jangan langsung menyalahkan anak, ada baiknya orangtua introspeksi diri. Bisa jadi, orangtua yang menjadi penyebabnya.

Setiap anak punya sifat yang berbeda. Beberapa anak terlihat ramah dan bersahabat. Tapi, ada juga anak galak dan suka marah. Tak hanya pada pengasuhnya atau orang yang dekat dengannya, tapi juga galak pada teman-temannya.

Selain membuat Moms merasa terganggu, tentu saja anak galak dan suka marah akan membuat Moms khawatir dia tak disukai dan dijauhi oleh teman-temannya.

Beberapa orangtua mungkin hanya akan menasehati Si Kecil saat anak galak dan suka marah. Beberapa yang lain mungkin memarahi anak dengan mengatakan bahwa sikap tersebut tak baik.

Namun bila marahnya terlalu berlebihan, hal itu justru bisa berakibat buruk bagi perkembangan emosi anak, Moms. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua sebaiknya mampu untuk meredakan dan membantu si kecil dalam mengelola emosinya tersebut. 
Berikut ini adalah kiat-kiat dalam menanganinya


*Pertama
dengarkanlah keluhannya. Salah satu sifat anak adalah selalu ingin diperhatikan. Oleh karena itu, ketika ia marah, sebaiknya orang tua mendengarkan keluhan dari anak. Dengan pendekatan kasih sayang, kemungkinan besar si kecil akan mengungkap yang dia rasakan dan alasan mengapa ia marah.

*Kedua
anak yang marah bisa jadi karena ia mengalami masalah. Misalnya ia sedang bertengkar dengan temannya atau mengalami sesuatu di sekolah. Untuk itu, Anda perlu mencari tahu penyebabnya sehingga akan mudah bagi Anda dalam mencari solusi.

*Ketiga
lebih pekalah terhadap perasaan si kecil, Moms. Anak yang berada pada masa pertumbuhan biasanya memiliki keingintahuan dan kemampuan yang sangat tinggi. Namun kemampuannya itu seringkali tidak sekuat keinginannya. 

Hal itulah yang menyebabkan ia merasa kecewa dan marah.Bila ia merasakan hal ini, jangan biarkan anak berlarut terlalu lama. Berikan si kecil semangat bahwa kegagalan bisa saja menghampirinya. Namun itu bukan akhir dari segalanya, yakinkan dia bahwa kemampuannya akan meningkat seiring berjalannya waktu.

*Keempat
Carilah waktu yang tepat untuk menasihatinya. Banyak orang tua yang kurang tepat dalam mengambil momen untuk menasihati. Misalnya ketika si kecil sedang berada di puncak kemarahannya, ia tentu tidak akan mendengarkan Anda,Jadi biarkan dia mengungkapkan kemarahannya hingga tenang, 

setelah itu barulah Anda tanyakan perasaannya, Moms. Selain itu, usahakan berikan nasihat dengan cara lembut. Jawablah pertanyaan-pertanyaan anak dengan nada bicara yang tidak meremehkan sehingga ia merasa Anda perhatikan.

*Kelima
kenali kesukaannya, Moms. Dengan mengenali kebiasaan dan kesukaannya, Anda akan lebih mudah menggali potensi yang dimiliki anak. Ia pun akan merasa disayangi dan diperhatikan oleh Anda.  

*Keenam
perhatikanlah masalah makanan dan kesehatan si kecil. Anda perlu mengetahui, apabila anak dalam kondisi lapar maka sangat wajar jika ia marah. Kemarahan juga bisa dipicu oleh tubuhnya yang kurang sehat.

Previous Post Next Post