Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

ANAK MALAS BELAJAR

Apakah anak Anda sulit dimintai tolong untuk membantu membereskan rumah? 


Atau enggan mengerjakan PR maupun tugas-tugas sekolahnya? Namun, selalu ada cara-cara baik untuk mengubah anak malas menjadi giat belajar, berkarya, dan membantu orangtua, tanpa harus memarahi atau menghukum mereka

Banyak orang tua merasa khawatir saat melihat anaknya malas belajar. Sebagai solusinya, banyak orang tua memilih memasukkan anaknya ke tempat les atau bimbingan belajar. Padahal, belum tentu solusi tersebut sesuai dengan apa yang anak butuhkan.

Selalu ada penyebab di balik kebiasaan anak yang sering malas-malasan ketika diminta untuk belajar atau mengerjakan PR. Jika sudah ekstrim, ia mungkin akan bohong ketika ditanyakan mengenai aktivitas di sekolahnya. Nah, mengenali penyebab anak malas belajar adalah langkah pertama yang harus dilakukan orang tua untuk mengatasinya

Tidak hanya anak saja yang mengalami kemalasan. Remaja, mahasiswa, para pekerja, bahkan para orangtua pun pasti pernah terjangkit penyakit malas. Namun, kemalasan bukanlah identitas. Alih-alih mencap anak sebagai anak yang malas, alangkah lebih baik jika Ayah Ibu bisa membantu mereka berubah dari enggan menjadi giat melakukan sesuatu. Apapun itu: belajar, berlatih di bidang bakat, membuat karya, membantu tugas-tugas di rumah, dan sebagainya

Penyebab Anak Malas Belajar
Ada banyak faktor yang menyebabkan anak malas belajar, baik dari segi fisik, mental, maupun lingkungan belajar yang kurang mendukung

Beberapa tugas memang belum tentu dengan usia dan kemampuan anak saat itu. Memahami kesiapan anak dengan memberi tugas rumah yang mampu diselesaikannya, dapat mengubah anak malas menjadi produktif. Ingat: sekecil apapun bantuan anak, ia tetap bisa berkontribusi dalam merapikan rumah bersama

Anak cenderung menghindari materi pelajaran yang sulit ia pahami. Konsep materi yang kompleks dan soal-soal yang rumit sering kali menurunkan motivasi belajar anak. Pada akhirnya, mereka cenderung menjadi enggan dan malas-malasan ketika belajar.

Jika anak kesulitan memahami materi, orang tua perlu menelaah penyebabnya untuk mengetahui apakah ia kesulitan karena ada keterbatasan atau karena gangguan fisik tertentu, misalnya kesulitan melihat, mendengar, atau bicara.

Salah satu kunci mengubah anak malas menjadi produktif adalah belajar manajemen waktu. Anak perlu tahu apakah sebuah pekerjaan hanya membutuhkan waktu singkat (misalnya, yang tidak melibatkan proses menganalisis atau menggabungkan ide), atau sebaliknya. Informasi ini sangat relevan, terutama bagi anak-anak kita yang menghadapi banyak deadline alias tenggat waktu

Gadget, media sosial, suasana bising, dan kegiatan sosial bersama teman merupakan gangguan yang paling sering menginterupsi proses belajar.Gangguan bisa berupa apa saja: game, kegemaran lain, teman-teman, dan sebagainya. 

Mengidentifikasi hal yang paling mengganggu anak adalah langkah awal untuk mempermudah anak fokus berlatih dan mengembangkan bakatnya. Ingat, kebanyakan anak belum memiliki kontrol diri yang kuat. Jika gangguan-gangguan ini tidak dikendalikan oleh orang tua, anak tentu lebih memilih melakukan hal-hal yang menurutnya lebih menyenangkan daripada belajar

Sebagai orangtua, salah satu peran Ayah Ibu dalam mendampingi anak belajar adalah menjadi teman yang baik. Dalam mengubah anak malas, beberapa masalah seringkali berhubungan dengan tugas yang terlampau sulit, sehingga anak enggan menyelesaikannya. Saat anak butuh dan meminta bantuan, datanglah.

Peran penting dari orang tua sangat dibutuhkan untuk mengatasi anak yang malas belajar. Selain berkomunikasi dengan baik, orang tua juga harus memiliki kesabaran ekstra dalam menghadapi kondisi ini

Sering kali anak menganggap belajar merupakan kewajiban semata, karena ia tidak mengerti makna dan manfaat dari materi yang ia pelajari. Oleh karena itu, orang tua perlu membantu anak untuk mengenali dulu tujuan belajarnya. Kalau bisa, kaitkan dengan cita-cita atau minat anak

Saat kita meremehkan kemampuan anak, hal tersebut akan melenyapkan antusiasme belajar anak seketika, bahkan dalam hal-hal kecil seperti mencuci piring atau menyetrika baju. Mungkin pada awalnya pekerjaan anak tidak sebersih atau serapi apa yang Anda biasa lakukan, namun apresiasi saja usaha mereka. Mereka akan terus belajar. Sebaliknya, kalau kita mengecilkan hati anak, anak akan berhenti belajar.
Dyas xp
Dyas xp Saya bukan orang pintar ,tapi saya bisa belajar bersama orang yang pintar